Jenis Rokok Marlboro yang Semakin Bervariasi

Sejak tahun 1980-an, rokok Marlboro telah memasuki pasar Indonesia. Akan tetapi, mengingat jenisnya merupakan sigaret putih dinilai tarikannya cenderung lebih ringan daripada kretek. Hal tersebut kemudian membuat tingkat ketertarikan masyarakat Indonesia terhadap brand ini rendah. Sebab, kurang pas sebagaimana selera masyarakat. Apalagi dengan harganya yang lebih tinggi dibanding brand rokok lokal kala itu. 

Bertahun-tahun kemudian, tepatnya tahun 2006, perusahaan brand rokok sigaret putih ini mampu menguasai saham PT Sampoerna dan Rajawali Corpora. Sampai akhirnya produksi hingga pengemasan produknya dilaksanakan di Indonesia. Kondisi tersebut kemudian menjadikan merek rokok ini mampu bersaing dengan berbagai sigaret lainnya di Indonesia. 

Kini, telah hadir berbagai jenis dan varian. Selengkapnya mengenai varian jenis rokok besutan brand satu ini akan disebutkan pada bagian selanjutnya. 

Marlboro Red
Sering pula disebut sebagai rokok original sebagai produk andalan Philip Morris International. Mulai dipasarkan sejak tahun 1902, mulanya ditujukan sebagai sigaret wanita. Berjenis sigaret putih filter, tidak ada tambahan cengkeh layaknya kretek di dalamnya. Di samping itu, juga mengandung tembakau recon. Recon di sini merujuk pada debu-debu tembakau yang ditempelkan ke kertas, kemudian dicacah serta dilinting. 

Dengan jenisnya yang sedemikian rupa, membuat kadar nikotin juga tar pada rokok varian ini cenderung rendah. Yakni, sebesar 1 mg nikotin sekaligus 13 mg tar [pada setiap batang rokok. Bukan hanya kandungan nikotin dan tar, tembakau recon pun turut mempengaruhi bagaimana aroma rokok. Ya, karena mengandung tembakau recon, rokok ini memiliki aroma yang tergolong sangat kuat. 

Marlboro Gold
Pada awalnya, varian ini dipasarkan dengan penambahan kata Light saja. Namun, mengikuti aturan di berbagai negara yang melarang penggunaan golongan light serta ultra light, akhirnya terjadi perubahan nama pada jenis rokok ini. tepatnya terjadi di tahun 2009. 

Sama halnya dengan jenis red, varian gold pun menggunakan tembakau recon. Yang membedakan keduanya, filter yang melingkupi rokok gold lebih rapat. Merujuk pada hal tersebut, saat dihirup asap rokok cenderung lebih halus. 

Akan tetapi, juga tepat memberikan throat hit juga terasa peda. Dibandingkan dengan yang varian original, kadar nikotin sekaligus tarnya lebih rendah. Yaitu, pada setiap batang terdiri dari 0,9 nikotin serta 1 mg tar. 

Ice Burst
Berjenis menthol, rokok ini mulai dipasarkan sejak tahun 2018 lalu. Seiring berjalannya waktu, rokok ini terus mengalami inovasi baru. Philip Morris International hingga saat ini pernah melakukan tiga kali perilisan ulang rokok ice burst. 

Tidak sama dengan varian sebelumnya yang memberikan rasa menthol di filter, varian ice burst dilingkupi oleh kapsul rasa mint. Oleh karena itu, agar bisa memperoleh sensai lebih dingin, Anda dapat memecahkan kapsul yang ada tersebut. Untuk jenis tembakau yang dipakai masih senada dengan jenis sebelumnya, yaitu tembakau recon. 

Filter Black
Varian rokok jenis kretek ini tidak selaras dengan ketika jenis sebelumnya. Filter black yang diusutnya tidak memakai tembakau recon. Dengan bentuk hollow, filternya cenderung pendek. Cita rasa yang dihasilkan oleh filter black memberikan rasa yang relatif manis beserta campuran cengkeh di dalamnya. 

Dari jenis-jenis rokok besutan brand Marlboro seperti yang telah diulas sebelumnya, manakah yang menjadi favorit Anda? Karena memberikan kesan khas bagi para pengonsumsinya, peminat rokok ini cenderung kian bertambah seiring berjalannya waktu.